Peresmian Pemanfaatan Produk Inovasi & Penandatanganan Lisensi Produk Terkait Biodigester Kolaborasi Universitas Telkom bersama SR Center Telkom Indonesia & Pemda Boyolali
BOYOLALI – Telkom University (Tel-U) berkolaborasi dengan PT Telkom Indonesia secara bersama melaksanakan acara peresmian program CSR (Corporate Social Responsibility) “Pemanfaatan Limbah Peternakan sebagai Energi Terbarukan (Biogas)” kepada masyarakat di Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Boyolali, pada Jumat (6/2). Langkah strategis ini bertujuan mengonversi limbah peternakan menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan bagi warga setempat. Program ini menjadi bukti nyata komitmen akademisi dan industri dalam mendorong kemandirian energi berbasis komunitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut, GM Witel Solo PT Telkom Indonesia, Nanang Setyo Utomo, bersama Asisten Senior Manager SDGs, Suleksono, dan Direktur BTP & Pengembangan Bisnis Telkom University, Dr. Iwan Iwut Tritoasmoro, Ketua Digital Collaboration for Sustainability, Dr. Runik Machfiroh, Prof. Jangkung Raharjo bersama tim peneliti. Perwakilan pemerintah daerah, Kepala Seksi Energi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Aditya Galuh Prakoso, dan Camat Musuk, Dukuh Pokoh. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, korporasi, dan pemerintah dalam menjawab tantangan lingkungan di tingkat akar rumput.
Momentum ini juga ditandai dengan penguatan aspek hilirisasi riset melalui penandatanganan perjanjian lisensi antara Direktur Bandung Techno Park (Tel-U) dengan Pimpinan Kelompok Tani Krida 3. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) program CSR oleh Suleksono sebagai simbolisasi dukungan penuh PT Telkom. Melalui langkah ini, teknologi yang dikembangkan di kampus tidak lagi hanya menjadi dokumen riset, melainkan solusi aplikatif yang memiliki legalitas dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Fokus produk inovasi terkait program CSR ini adalah sistem BioTrack, sebuah teknologi pemantauan gas biodigester hasil riset Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T. bersama tim peneliti Telkom University. Berbeda dengan instalasi biogas konvensional, BioTrack dilengkapi dengan aplikasi monitoring yang memungkinkan pengguna memantau kondisi gas secara akurat dan digital. Untuk mendukung ekosistem ini, diserahkan sebanyak 4 unit digester biogas yang dilengkapi dengan 4 set kompor, filter, serta pengaduk, yang siap dioperasikan oleh Kelompok Tani Krida 3 untuk kebutuhan harian mereka.
Program kolaborasi ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam penyediaan energi bersih yang terjangkau. Selain mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak, penggunaan biogas ini diharapkan mampu menekan pengeluaran ekonomi warga untuk kebutuhan energi memasak. Dengan sinergi yang kuat antara Direktorat Bandung Techno Park (BTP), Directorate of Corporate Strategy (DCS), dan CoE SECC Telkom University, inovator, dan jajaran struktural universitas, proyek di Desa Pokoh ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pengembangan desa mandiri energi di wilayah lain di Indonesia.
Penulis & Foto: Soltek BTP; Editor: Asman Marketing BTP