Deskripsi
penting dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem perairan. Akuakultur merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penyediaan sumber protein global, namun juga menghadapi berbagai tantangan, seperti penurunan kualitas air, pencemaran, serta meningkatnya tingkat toksisitas pada perairan. Kualitas air menjadi faktor krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan, khususnya pada danau yang digunakan sebagai media budidaya maupun sumber air. Parameter seperti suhu, pH, kandungan zat kimia, serta tingkat toksisitas memiliki pengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup organisme di dalamnya. Peningkatan kadar zat beracun dalam air dapat menyebabkan gangguan biologis, menurunkan produktivitas, bahkan mengakibatkan kematian organisme secara massal. Pada praktiknya, proses pemantauan kualitas air dan tingkat toksisitas masih banyak dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi. Metode tersebut memiliki berbagai keterbatasan, seperti keterlambatan dalam memperoleh data, kurangnya akurasi akibat faktor manusia, serta kesulitan dalam melakukan analisis data secara berkelanjutan. Hal ini menjadi kendala dalam melakukan deteksi dini terhadap perubahan kondisi air yang berpotensi berbahaya.