Deskripsi
Perkembangan pesat teknologi imersif berbasis Head-Mounted Display (HMD)—antara lain Meta Quest 3S, HTC Vive, dan Apple Vision Pro—telah melahirkan ekosistem metaverse yang menuntut kesiapan penegak hukum menangani bukti digital pada perangkat HMD sebagai barang bukti elektronik yang sah. Karakteristik HMD berbeda dari ponsel pintar: penyimpanan terenkripsi berbasis FBE, SoC terintegrasi (menutup jalur chip-off /JTAG/ISP), bootloader terkunci, sistem operasi turunan Android termodifikasi (Meta Horizon OS), dan ketergantungan pada companion device. Akibatnya, pedoman forensik konvensional tidak sepenuhnya berlaku pada HMD. Dokumen ini merumuskan tiga luaran terpadu: (i) panduan teknis model proses identifikasi dan pengumpulan HMD, (ii) Standar Operasional Prosedur (SOP) operasional lapangan, dan (iii) aplikasi pendukung HMD-Evidence Vault Analyzer untuk analisis dan pelaporan bukti. Rujukan regulasi: UU ITE [6], UU KUHAP 2025, UU PDP, ISO/IEC 27037:2012, ISO/IEC 27042:2015, NIST SP 800-101 Rev. 1, NIST SP 800-86, dan ACPO Good Practice. Kerangka pengembangan menggunakan Design Science Research.