Deskripsi
Tipografi Nusantara ini terinspirasi dari Wayang Gatot Kaca, yang berasal dari Jawa. Gatot Kaca terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat tulang besi. Tiap bagian-bagian memiliki makna, seperti badannya yang ramping, kepala yang menunduk, mulut yang tertutup menunjukkan bahwa Gatot Kaca merupakan tokoh yang baik. Jenis tangan juga memberikan makna dan ciri tertentu pada wayang tersebut. Panjang keseluruhan tangan wayang dibuat panjangnya hamper sepanjang lutut. Bagian perhiasan seperti gelang yang dipakai di lengan atas wayang (kelat bahu), memiliki makna kegagahan dan kepahlawanan. Kelat bahu yang digunakan oleh Gatot Kaca adalah kelat bahu Naga Mangsa. Dan juga ada Praba adalah sandangan yang dikenakan di punggung. Berbentuk runcing ke atas dan melengkung, lengkap dengan tatanan berupa patran yang serupa daun-daunan atau tanaman sulur. Pada wayang, Praba dipakai oleh tokoh raja atau orang terpandang semacam patih atau adipati. Dan bentuk khusus wayang yang diambil untuk pembentukan Font ini diambil dari Kelat Bahu Wayang Gatot Kaca..