Deskripsi
Desa Serang, Purbalingga, menyimpan potensi wisata yang sangat besar. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan pariwisata, kurangnya inovasi dalam mengembangkan produk dan pariwisata yang unik, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pariwisata desa. Dengan begitu, potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sektor pariwisata belum optimal dan belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sebuah upaya yang terstruktur dan komprehensif. Salah satu solusinya melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Lembah Asri. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Pokdarwis dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola dan mengembangkan potensi pariwisata desa. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, diharapkan Pokdarwis dapat lebih kreatif dalam menciptakan produk dan pariwisata yang unik, serta mampu menerapkan konsep creative placemaking untuk menjadikan Desa Serang sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap awal meliputi analisis situasi dan kondisi mitra, identifikasi masalah, dan perumusan solusi. Metode yang digunakan meliputi pendidikan dan pelatihan, analisis lingkungan, pembentukan tim kerja, pengembangan media promosi, pelatihan inovasi produk lokal, dan penyelenggaraan festival budaya. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi wisata desa. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat mampu mengembangkan produk lokal dan memanfaatkan teknologi digital untuk promosi. Selain itu, kegiatan creative placemaking dilakukan sebagai upaya untuk menambah daya tarik desa. Adapun luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah artikel jurnal terindeks SINTA, peningkatan daya saing, peningkatan kualitas tata kelola mitra, video, serta publikasi pada media massa.