Deskripsi
Motif utama yang digunakan dalam pengembangan motif ini adalah motif Manuk Julang yang terinspirasi dari ornament fauna yang ada dikeraton sumedang, pada motif ini juga terdapat isen-isen flora khas keraton sumedang yaitu Hanjuang dan Wijayakusuma . Warna yang digunakan yaitu emas, abu abu atau silver, hijau tua dan ungu. Motif ini dinamakan motif gera diraya, kata gera diambil dari Bahasa sansakerta yang berarti kokoh dan berani, sedangkan gera berartikan puncak. Makna dari motif ini yaitu melambangkan symbol kekuatan. Artinya ini adalah sebuh harapan dan doa untuk keraton sumedang serta juga melambangkan sifat dan prilaku yang harus dipunyai oleh masyarakat sumedang khususnya untuk pihak keraton sumedang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari untuk menghadapi segala rintangan dengan mempunyai sifat yang kokoh dan berani dalam kondisi apapun demi mencapai suatu kebaikan. Tentunya hal ini sangat berguna dalam mengambil keputusan demi menegakan kembali keraton sumedang agar terus berkembang setiap waktu dengan sifat yang berani dan tetap kokoh dengan tetap mempertahankan norma dan nilai yang berlaku.