Deskripsi
Karya lukis ini pernah dipamerkan di beberapa pameran internal Fakultas Industri Kreatif Prodi seni rupa, seperti pameran Unjuk Rupa. Karya lukis ini menceritakan tentang bagaimana manusia tumbuh di lingkungan masyarakat. Seperti yang kita tahu Indonesia memiliki berbagai macam suku, ras, dan agama yang memiliki berbagai macam tradisi dan kebudayaannya. Dari berbagai macam tradisi dan kebudayaan menciptakan sebuah norma masyarakat yang diatur sedemikian rupa untuk berperilaku dan bertingkah laku sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, dalam karya ini mengangkat bahwasanya norma yang tidak tertulis itu membuat manusia berkembang atau tertentang. Dalam karyanya manusia diibaratkan menjadi bunga mawar dan kubah kaca sebagai norma yang ada dimasyarakat. Bisa dilihat bunga mawar dalam kubah kaca berbeda-beda karena memilki makna yang berbeda pula. Bunga mawar pertama adalah bunga mawar yang ditengah dan masih kuncup diibaratkan sebagai manusia yang sudah dewasa namun masih belum "sukses", selanjutnya ada bunga mawar bagian kanan yang mekar menunjukkan manusia yang bisa dibilang umurnya masih dikatakan belum tua yang sudah sukses dan bunga mawar bagian kiri yang kelopaknya keluar dari kubah kaca yang membuat kelopak itu terbakar dan meleleh diibaratkan manusia yang "sukses" namun memiliki beberapa sudut pandang atau hal yang membuat dia "sukses" yg bertentangan dengan norma masyarakat atau banyak sekali penolakan oleh masyarakat karena dianggap "salah" dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya sehingga kelopak yang keluar dari kubah kaca terbakar dan meleleh. Dan terakhir adalah kubah kaca yang diibaratkan sebagai norma masyarakat yang tidak terlihat namun terlihat. Karya lukis ini menggunakan pendekatan ekspresionisme dan menggunakan warna-warna cerah yang dapat menarik perhatian audiens