Deskripsi
Karya ini merupakan hasil karya pembuatan motif Batik Kontemporer hasil dari program MBKM Resaerchship. Karya Batik Kontemporer ini berjudul Jalatarangga. Motif ini diberi nama Jalatarangga yang berarti gelombang atau ombak, karena rupanya yang seperti ombak dan tidak akan putus karena saling menyambung antara satu sama lain. Dalam pembuatannya digunakan prinsip pola repetisi sebagai acuan pembuatan motif. Adapun prinsip pola repetisi yang digunakan dalam karya ini adalah prinsip ogee yang pattern garisnya melengkung dan memiliki ujung atas dan bawah yang lancip. Alat yang digunakan adalah lidi yang dibentuk seperti kuas sebagai alat alternatif pengganti canting atau cap. Lidi tersebut kemudian diberi malam batik dan di torehkan ke kain primisima berukuran 50 cm x 106 cm dan pewarnaan dilakukan menggunakan naptol. Adapun ukuran lidi yang berbeda pada tiap penarikan garis pada pembuatan motifnya yakni lidi dengan diameter 0,6 mm, berjumlah 20 lidi, dan panjang ikatan 14 cm dari panjang keseluruhan 58 cm, lidi dengan diameter 0,1 mm, berjumlah 45 lidi, dan panjang ikatan 7 cm dari panjang keseluruhan 32 cm, serta lidi dengan diameter 0,6 mm, berjumlah 25 lidi, dan panjang ikatan 39 cm dari panjang keseluruhan 58 cm.