Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar food loss pada rantai pasok susu sapi di wilayah Banyumas. Objek penelitian melibatkan sejumlah petani dari 2 kelompok dan koperasi pusat sebagai penampungan hasil susu. Effective partnership merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mengurangi kesalahan dan meraih manfaat atau keuntungan bersama sesuai prinsip saling membutuhkan. Terdapat beberapa aktivitas sebagai fokus penelitian yang dapat memicu terjadinya food loss susu, yakni peternakan sapi, transpotasi, dan koperasi. Peternakan sapi sebagai tempat produksi susu sapi terdapat beberapa aktivitas yang menjadi sumber terjadinya food loss dari segi kualitas dan kuantitas. Pertama pada proses produksi, pemberian pakan berpengaruh pada produksi susu yang dihasilkan pada setiap ekor sapi serta treatment pemberian pakan yang sesuai dengan kebiasaannya. Porsi besarnya pagi hari setelah pemerahan dan sore hari setelah pemerahan. Kedua pada proses pemerahan, biasanya terdapat 2 cara yakni secara tradisional atau dengan alat canggih. Namun para petani di Banyumas kebanyakan menggunakan cara tradisional karna murah dan sapi semakin nyaman dengan petani perah sehingga sapi tidak mudah stress. Ketiga tempat peyimpanan pertama, setiap kelompok ataupu pemilik peternakan pastinya mempunyai penyimpanan hasil susu pribadi. Namun pastinya tidak secanggih tempat penyimpanan koperasi. Oleh karena itu penyimpanan bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya food loss susu, baik dari tempatnya ataupun wadah yang digunakan dalam menyimpan hasil produksi susu. Transportasi yang dimaksud adalah kendaraan yang dipakai petani untuk mengantarkan hasil pemerahan ke tempat penampungan kelompok yang akan disetorkan ke koperasi. Hal ini menjadi fokus penelitian karena petani menggunakan motor yang dirancang untuk membawa milkcan (wadah susu) sesuai dengan hasil dari masing-masing petani. Guncangan motor akan memicu tumpahan susu dari wadah milkcan yang dibawa , selain jalan yang dilalui juga terdapat jalan yang rusak serta suhu diperjalanan dapat menyebabkan kualitas susu menurun. Koperasi pusat yang berfungsi sebagai tempat penampungan akhir hasil susu sebelum didistribusikan ke konsumen. Pada proses pemindahan terdapat aktivitas yang memicu terjadinya food loss yakni pada saat pemindahan dari tempat penampungan kelompok yang prosesnya masih menggunakan cara manual yang artinya dapat terjadi tumpahan susu walaupun sedikit. Selain itu proses pengolahan susu yang panjang menggunakan tangka besar juga terdapat aktivitas yang dapat memicu terjadinya food loss. Oleh karena itu, para pelaku rantai pasok perlu mengevaluasi aktivitas yang menyebabkan food loss pada susu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Effective partnership dibutuhkan untuk meminimalisir aktivitas yang dapat menyebabkan food loss dengan cara memperhatikan kondisi sapi dan melakukan koordinasi antar pelaku untuk saling membantu dalam aktivitasnya agar lebih baik.