Deskripsi
Kedai Bakudapa Kopi merupakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang berfokus dalam bidang menjual minuman kopi. Proses pembayaran yang masih dilakukan secara manual dengan mencatat dalam buku pemesanan sehingga pengolahan data dalam mengontrol pemasukan juga ikut terganggu dan seringkali memakan waktu yang lumayan lama untuk menghitung kembali agar data cocok dengan yang ada di buku catatan. Sehingga diperlukan solusi untuk menyelesaikan masalah mencatat pemesanan serta pengolahan laporan data pemasukan keuangan yaitu dengan membangun sebuah aplikasi Point of Sales (POS) berbasis website. Pada rancang bangun aplikasi POS berbasis website ini peneliti menggunakan metode agile dengan model scrum, lalu pada pengujian sistem menggunakan black box testing dengan teknik equivalence partitioning dan white box testing dengan teknik statement coverage. Peneliti dalam pengembangan sistem POS menggunakan model scrum yang terbagi menjadi 5 sprint dengan durasi waktu 2 minggu dengan maksimal story point 40 setiap sprint. Sebelum sprint dimulai, scrum master telah membuat product backlog, saat pelaksanaan sprint terdapat beberapa tahap yaitu sprint planning, sprint goal, daily scrum, sprint review dan sprint retrospective. Hasil dari penelitian ini peneliti telah melakukan pengujian White Box Testing dengan metode statement coverage dengan hasil yang didapat 88,54%. Hasil perhitungan presentase statement coverage diubah menjadi data kualitatif dengan interpretasi Skala Likert, sehingga aplikasi Point of Sales memiliki nilai kelayakan yang sangat baik dengan presentase 88,54%. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu penggunaan sistem ini dapat memudahkan pemilik kedai dalam melakukan pencatatan transaksi, dengan adanya sistem ini memudahkan pemilik kedai melakukan manajemen data, dan dengan adanya sistem ini memudahkan pemilik kedai untuk mendapatkan laporan penjualan dengan rentang waktu tertentu.