Deskripsi
Ekspresi kemarahan dan kecewa tertoreh jelas di wajah roh Ibu Pertiwi. Matanya yang memancarkan kebijaksanaan kini mencerminkan rasa sakit dan kepedihan karena melihat habitat alaminya dihancurkan tanpa belas kasihan. Rambutnya yang indah berkibar di angin, tetapi seakan-akan bergerak sesuai dengan hentakan hatinya yang penuh emosi. Dampak dari penggundulan hutan tersebut tergambar dengan jelas pada roh Ibu Pertiwi. Tubuhnya terbelah dua, merepresentasikan pemisahan dan kerusakan yang dialami oleh lingkungan. Seperti pohon-pohon yang tumbang di hutan, roh Ibu Pertiwi juga merasakan penderitaan yang mendalam. Salah satu sisi tubuhnya mencerminkan kerinduan akan harmoni dan kelestarian, sedangkan sisi lainnya mencerminkan luka-luka dan kehancuran.