Deskripsi
Bercerita tentang seorang lelaki bernama Ares yang mengikuti lomba motion grafis internasional yang bertema budaya lokal dari negara para pesertanya masing-masing, ia mengalami stres karena tidak bisa mendapatkan ide, oleh karena itu ia menjadi putus asa dan mengurung dirinya di dalam kamar selama beberapa hari. Saudari kembarnya, Arisa, kemudian mencoba untuk membantunya karena ia khawatir akan adiknya. Pertama ia menempelkan sticky notes untuk mengajak Ares jalan-jalan namun Ares malah menolak dengan sticky notes juga, mereka pun saling berbalasan sticky notes di mana pada akhirnya Ares muak dan amarahnya memuncak, tidak terima dengan perlakuan yang diberikan oleh adiknya, Arisa memutuskan untuk berhenti dan langsung membuka pintu kamar Ares, ia pun meluapkan emosinya juga. Ternyata adiknya sedang menangis, Arisa bingung tapi dia tetap sedikit marah. Ares yang putus asa pun meminta bantuan kepada kakaknya karena ia merasa bahwa ia perlu bantuan tersebut. Pada akhirnya, mereka mencari ide bersama dan Ares pun mengerjakan karya dari ide yang telah dikumpulkan yang mereka dapatkan dari foto-foto masa kecil mereka saat masih tinggal di Lombok, foto-foto itu memberikan mereka inspirasi untuk mengangkat budaya Lombok sebagai tema utama dari karya yang akan Ares buat. Pada akhirnya, Ares dapat mengerjakan karya motion grafis tersebut dengan serius. Waktu lomba pun tiba dan Ares mempresentasikan karya yang telah ia buat tentang budaya Lombok. Ares merasa gugup setelah menyelesaikan presentasinya. Ares pun berhasil memenangkan lomba skala internasional tersebut dan ia pun berhasil juga mengenalkan budaya Lombok yang termasuk budaya Indonesia ke mata internasional.