Deskripsi
Penerapan sistem pengelolaan sampah pintar yang mendukung IoT, seperti yang disoroti dalam tinjauan sistematis oleh Sosunova dan Porras, dapat secara signifikan mengubah praktik pengelolaan sampah tradisional dengan menggabungkan teknologi canggih seperti sensor dan aktuator ke dalam operasi pemilahan sampah [5][6]. Teknologi ini memfasilitasi berbagi data waktu nyata dan meningkatkan akurasi pengumpulan dan pemrosesan sampah, yang sangat penting untuk mengoptimalkan sumber daya dan mengelola aliran sampah secara efisien di tingkat lokal. Dengan mengaitkan inovasi ini dengan sistem manual yang ada yang dioperasikan oleh anggota masyarakat, terutama perempuan, masyarakat dapat menjembatani kesenjangan digital dan mendorong perubahan budaya yang lebih besar menuju keberlanjutan. Berbagai pemangku kepentingan, termasuk otoritas setempat, warga, dan penyedia teknologi, dapat berkolaborasi dengan lebih efektif berkat peningkatan pertukaran data, yang mengarah pada peningkatan penyampaian layanan dan peningkatan transparansi dalam praktik pengelolaan sampah. Akibatnya, memberdayakan operasi lokal ini dengan kemampuan IoT tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menanamkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab di antara warga, mengkatalisasi pendekatan dari bawah ke atas untuk mencapai tujuan lingkungan yang lebih luas [7][8]. Kondisi ideal yang diharapkan dari penerapan teknologi tersebut masih jauh dari realita yang ada di lapangan. RT 04 yang terletak di bawah RW 05 Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, Kota Depok.