Deskripsi
Karya ini memiliki judul ‘DIWARNAAN’ yang memiliki arti diberi warna atau berwarna dalam Bahasa Sunda. Karya ini terinspirasi dari cerita rakyat tentang asal usul terbentuknya Telaga Warna yang terletak di Bogor, Jawa Barat sebagai hukuman atas perilaku Putri Dewi Rukmini yang sombong dan kurang ajar pada rakyat kerajaan, juga pada kedua orang tuanya, Raja dan Ratu dari Kerajaan Kuta Tanggeuhan. Inspirasi ini diaplikasikan dalam penciptaan motif batik kontemporer sebagai kearifan lokal yang kemudian digabungkan dengan gaya modern yaitu dengan penggayaan visual pop art. Warna-warna yang digunakan dalam karya ini adalah warna-warna yang cerah dan mencolok sesuai dengan karakteristik batik kontemporer dan penggayaan visual pop art yaitu hijau muda, biru cerah, merah dan kuning. Produk akhirnya berupa sebuah lembaran kain Panjang yang dapat dipadukan dengan berbagai produk fashion lainnya.