Deskripsi
Kriya gerabah Sitiwinangun, Kabupaten Cirebon, menyimpan kekayaan cerita di balik setiap bentuk dan teknik pembuatannya, mulai dari filosofi motif, proses turun temurun, hingga makna budaya yang melekat pada karya para pengrajin. Sayangnya, narasi ini selama ini hanya hidup dalam ingatan dan tuturan lisan pengrajin, tidak pernah dikemas menjadi konten yang mampu menjangkau pasar digital secara luas. Akibatnya, gerabah Sitiwinangun dikenal sebatas produk kerajinan tanpa identitas cerita yang kuat, sehingga daya tariknya kalah bersaing dengan produk sejenis yang lebih piawai membangun branding berbasis kisah. Program pengabdian ini mengembangkan Sistem Digital Storytelling Berbasis Komunitas sebagai teknologi tepat guna untuk memperkuat branding kriya gerabah Sitiwinangun. Pendampingan dilakukan secara partisipatif bersama pengrajin dan komunitas lokal, mencakup penggalian narasi budaya, produksi konten visual dan audiovisual, serta perancangan platform storytelling digital yang mudah dioperasikan dan dikelola mandiri oleh komunitas. Luaran program berupa sistem digital storytelling yang memuat kumpulan kisah, profil pengrajin, dan proses kreatif gerabah Sitiwinangun dalam format yang siap dipublikasikan ke berbagai kanal digital. Nilai unik program ini terletak pada penempatan komunitas sebagai pemilik dan pengelola narasi, bukan sekadar objek dokumentasi, sehingga cerita yang dihasilkan otentik dan berkelanjutan. Sistem ini diharapkan mengangkat gerabah Sitiwinangun dari sekadar produk kerajinan menjadi karya bernilai cerita, yang memperkuat posisi