Deskripsi
Industri gula kelapa merupakan sektor unggulan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama di Kabupaten Banyumas. Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu sentra produksi gula kelapa dengan hasil produksi mencapai 2.355,84 kg per hari. Namun, seiring dengan permintaan pasar, industri ini masih menghadapi beberapa tantangan dalam menembus pasar global, terutama terkait standar mutu dari produk gula kelapa khususnya jenis gula semut. Pengrajin masih kesulitan dalam menyesuaikan standar mutu produk gula semut yang dihasilkan oleh kelompok tani Gendis Asri, serta pemahaman tentang regulasi ekspor gula semut ke negara tujuan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu melakukan sosiaslisasi dan edukasi kepada pengrajin gula kelapa Desa Pernasidi khususnya pada kelompok tani Gendis Asri terkait standarisasi mutu produk gula semut dan regulasi pemasaran ekspor. Metode pelaksanaan kegiatan dengan 4 tahapan utama, yaitu survei dan obeservasi, pelaksanaan pre-test, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, serta pelaksanaan post-test. Hasil pengukuran menunjukan peningkatan pemahaman pengrajin yang sebelumnya hanya 60,45, meningkat menjadi 97,27 setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Melalui kegiatan ini, pengrajin diberikan informasi lebih mengenai standar minimum produk gula semut yang memenuhi syarat SNI dan regulasi dari kegiatan eksportir produk pangan khususnya gula semut. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi mitra untuk terus meningkatkan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan, sehingga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk gula semut yang diproduksi di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas