Deskripsi
ABSTRAK Sekolah merupakan institusi pendidikan formal yang memiliki fungsi dan peran strategis dalam melahirkan generasi-generasi masa depan yang terampil berbahasa Indonesia secara baik, benar, dan sopan. Namun, fakta di lapangan ditemukan bahwa masih banyak siswa yang belum mengaplikasikan prinsip kesantunan meskipun guru bahasa Indonesia sudah mengajarkan prinsip kesantunan berbahasa. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini mencoba mengungkap jenis-jenis penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa yang ada pada saat proses belajar mengajar. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan siswa dan guru bahasa Indonesia dalam kelas pada saat proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini ialah kesantunan berbahasa yang digunakan di dalam kelas dengan menggunakan kajian pragmatik. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) jenis penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan dalam interaksi belajar mengajar bahasa Indonesia di kelas terdiri atas penyimpangan maksim kearifan, penyimpangan maksim kedermawanan, penyimpangan maksim pujian, penyimpangan maksim kerendahhatian, penyimpangan maksim kesepakatan, dan penyimpangan maksim kesimpatian, (2) penyebab penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi belajar- mengajar bahasa Indonesia siswa di kelas meliputi penutur sengaja menuduh lawan tutur, tidak memberikan rasa simpati, protektif terhadap pendapat, kritik secara langsung dengan kata-kata kasar, dan mengejek. Kata kunci: kesantunan berbahasa, prinsip kesantunan, interaksi belajar- mengajar