Deskripsi
Sejak ayahnya tiada, Malahar hidup menyendiri di hutan bersama kucing dan sasandonya. Setiap hari dia hanya bergelut dengan sasandonya hingga tercipta musik terindah didunia. Alunan yang indah membuat satu per satu sapi berdatangan mengikuti kemana Malahar pergi. Putri Lairana yang dikenal tidak pernah tertawa akhirnya tertawa terbahak-bahak karena ulah Malahar