Deskripsi
Desa Kebonsari, yang dikenal sebagai Kampung Bebek dan Telur Asin, kini menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan produktivitas dan jumlah peternak itik petelur. Meskipun pernah menjadi sentra peternakan itik yang sukses, jumlah peternak dan tingkat produktivitas telur di desa ini telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai masalah, seperti konversi lahan menjadi permukiman, kenaikan biaya pakan, dan fluktuasi permintaan telur yang dipengaruhi musim, telah berdampak pada keberlanjutan usaha peternakan itik di Desa Kebonsari. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 1 (menghapus kemiskinan) dan poin 8 (mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata). Melalui pengembangan sistem informasi, diharapkan akan tercipta digitalisasi yang mampu membantu perencanaan strategi ekonomi desa, sehingga produktivitas peternakan itik dapat meningkat dan rantai pasokan telur asin di Desa Kebonsari bisa diperbaiki. Inovasi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah penerapan konsep Smart Economy untuk membangun tata kelola perekonomian berbasis digital di Kampung Bebek Desa Kebonsari. Inovasi ini mencakup digitalisasi berbagai proses bisnis yang berkaitan dengan usaha telur asin, mulai dari manajemen produksi, pemasaran, hingga transaksi keuangan. Penelitian ini juga dirancang untuk menghasilkan Dokumen Rencana Strategis IT yang komprehensif dan dapat diimplementasikan dalam jangka panjang, guna mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.