Deskripsi
Kerawang berasal dari bahasa Gayo (Aceh), yang bermakna rancangan yang abstrak terwujud dari imajinasi spontanitas individu manusia. Desain ini terinspirasi dari kain Nusantara yaitu kain Kerawang Gayo khas Aceh, berupa bentuk-bentuk geometris, penggunaan konsep kesebangunan radial (elemen-elemen yang disusun secara simetris melingkar, di sekitar satu titik pusat atau sumbu rotasi), sehingga sifatnya yang merotasi menjadi peluang untuk dikembangkan dalam pengolahan motif menggunakan teknik tessellation rotation Escher. Selain itu, pola motif tessellation juga ditemukan pada islamic art, salah satunya mozaik zellige yang berasal dari arsitektur maroko, yang juga menggunakan kecerdasan matematika dalam desainnya. Kedua karakter-karakter inspirasi tersebut dikombinasikan untuk menciptakan motif dengan kesan khas tradisional, dengan Kerawang gayo sebagai inpirasi modul motif dan islamic tile sebagai inpirasi untuk pengayaan dan komposisi tessellation.