Deskripsi
Karya tulis ini berisi penelitian yang mengkaji pengelolaan air limbah kantin di perguruan tinggi melalui pendekatan Human-Centered Process–Management–Governance (PMG) , dengan mengintegrasikan Design Thinking (DT) dan kerangka 5M+E (Man, Machine, Method, Material, Money, Environment). Studi dilakukan di Telkom University dengan mengembangkan model pengolahan limbah berbiaya rendah secara partisipatif melalui tahapan Empathize–Define–Ideate–Prototype–Test. DT digunakan untuk proses inovasi, 5M+E untuk analisis faktor operasional dan keberlanjutan, sedangkan komitmen institusi berperan pada level tata kelola yang menginstitusionalisasi hasilnya. DT menghasilkan sistem filtrasi alami dua tahap yang terdiri dari batang pisang, ijuk, batu bata merah, arang, dan batu split yang menunjukkan perbaikan melalui indikator awal berupa pH yang menjadi netral, kejernihan dan bau air yang membaik, serta hidupnya kembali biota air. Hasil analisis 5M+E menunjukkan bahwa faktor lingkungan, material, dan manusia adalah pendorong utama keberlanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memposisikan pengolahan limbah sebagai proses keberlanjutan berbasis PMG yang mengintegrasikan inovasi proses, koordinasi manajerial, dan mekanisme tata kelola dalam konteks institusi pendidikan tinggi di negara berkembang.