Deskripsi
Storytelling ini menyoroti Sungai Cigeureuh sebagai elemen alam yang tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari lanskap Gunung Puntang, tetapi juga sebagai nadi kehidupan dalam sejarah teknologi kolonial. Di masa kejayaan Stasiun Radio Malabar, sungai ini menjadi penopang infrastruktur vitalmenyediakan air bersih, mendukung aktivitas harian para pekerja, hingga berkontribusi dalam sistem pendinginan teknologi yang canggih pada zamannya. Di balik ketenangannya, Sungai Cigeureuh merekam jejak interaksi erat antara kemajuan manusia dan kekuatan alam. Namun, sejarah tak selalu berlangsung dalam kejayaan. Narasi ini juga merekam titik runtuhnya era tersebut, saat peperangan dan strategi militer memaksa penghancuran kawasantermasuk pemanfaatan sungai yang pernah begitu krusial. Kini, Sungai Cigeureuh kembali mengalir dalam kesunyian, menjadi simbol ketahanan dan pemulihan alam. Ia tidak lagi menopang teknologi, tapi tetap menyampaikan narasi penting bahwa alam memiliki cara sendiri untuk bertahan dan melanjutkan perannya, bahkan setelah manusia meninggalkannya.