Deskripsi
Dalam balutan warna hijau zaitun yang tenang dan berwibawa, motif ini mengalir memanjang sebagai hiasan garis atas yang kaya akan nilai estetika klasik. Dua garis sejajar membentuk landasan yang rapi, sementara di tengahnya tumbuh simetris sebuah ornamen floral yang terinspirasi dari sulur-sulur dan bunga khas era seni dekoratif Eropa. Bentuknya menyerupai ukiran tangan, seperti yang dahulu menghiasi bingkai cermin tua, dinding balai kota kolonial, atau lembaran surat resmi dari pemerintahan Hindia Belanda. Motif ini bukan sekadar ornamenia membawa jejak visual masa lampau, ketika desain menjadi bahasa kekuasaan dan keanggunan. Simetri yang tegas dan ritme ornamen yang halus memancarkan rasa keteraturan yang sangat dihargai dalam arsitektur dan seni rupa zaman kolonial. Hiasan di kiri dan kanan menyempurnakan komposisi dengan gaya yang merefleksikan perpaduan antara kekakuan Eropa dan sentuhan tropikal yang diserap dari budaya lokal. Dalam konteks visual, motif ini dapat dibayangkan menghiasi kepala dokumen resmi, undangan bergaya klasik, atau elemen dekoratif dalam desain interior kolonial tinggi, megah, dan berwibawa. Ia adalah simbol estetika dari sebuah masamasa di mana seni rupa menjadi alat komunikasi status, dan ornamen seperti ini berperan sebagai pembuka narasi visual tentang tatanan, keindahan, dan kekuasaan.