Deskripsi
Karya lukis ini merepresentasikan bentuk evolusi ekstrem seekor pinguin sebagai simbol spesies yang terdampak parah oleh krisis iklim. Dalam narasi visual ini, pinguin tidak lagi menjadi makhluk lucu dan bersahabat yang hidup di hamparan es, melainkan telah berubah menjadi sosok mengerikan dengan tubuh yang beradaptasi secara paksa terhadap panas bumi yang kian meningkat. Warna-warna merah dan oranye menggambarkan atmosfer gurun tandus, menggantikan habitat asli yang kini hanya tinggal kenangan. Kepala yang menyerupai tengkorak memberi kesan kematian, penderitaan, dan kehilangan identitas alami. Melalui metamorfosis ini, karya ini mengajak audiens untuk merenungkan dampak nyata pemanasan globalbukan hanya dampak pada manusia, tetapi juga dampak kepada hewan hewan harus diperhatikan juga.