Deskripsi
merupakan mebel yang berfungsi sebagai sarana duduk. Stool mengadaptasi dari bentuk dan makna yang dimiliki oleh tangga masuk dari arsitektur nusantara Lampung yaitu bangunan Lamban Pesagi . Jumlah ganjil yang dimiliki oleh elemen pembentuk stool merupakan implementasi dari makna tangga masuk bangunan Lamban Pesagi yaitu sebagai simbol bahwa kehidupan harus melalui berbagai hal serta jumlah ganjil pada tangga dipercayai oleh masyarakat Lampung dapat menangkal hal buruk. Elemen pembentuk stool yang disusun berulang, sejajar, dan meningkat membuat irama tersendiri dan bentuk lengkung pada elemen memberikan kesan dinamis. Stool ini menggunakan material kayu sungkai pada elemen pembentuk kaki dengan warna kayu natural yang cerah dan pada alas duduk menggunakan busa pelapis kain linen berwarna putih. Sambungan yang dipakai untuk menyambungkan antar kayu menggunakan sambungan pen tembus yang dikuatkan dengan dowel dan staples tembak.